Larvul Ngabal
Hukum adat tertua Kepulauan Kei — 'darah merah dan tombak dari Bali' — yang mengatur harmoni sosial, penghormatan pada sesama, dan hak atas tanah. Masih menjadi pegangan hidup masyarakat Kei hingga hari ini.
Tujuh Pasal Larvul Ngabal
Ketujuh pasal terbagi dalam tiga kelompok: Nevnev menjaga kehidupan, Hanilit menjaga kesusilaan, dan Hawear Balwirin menjaga keadilan atas hak milik.
- 1Nevnev
“Uud entauk na atvunad”
Kepala kami bertumpu pada tengkuk kami, hormat dan taat kepada pemimpin serta orang tua.
- 2Nevnev
“Lelad ain fo mahiling”
Leher kami dijunjung tinggi, kehidupan dan jiwa manusia itu mulia, tidak boleh direndahkan.
- 3Nevnev
“Ul nit envil atumud”
Kulit membungkus tubuh kami, martabat tubuh setiap orang wajib dijaga dari penganiayaan.
- 4Nevnev
“Lar nakmot na ivud”
Darah tersimpan dalam tubuh kami, dilarang menumpahkan darah sesama manusia.
- 5Hanilit
“Rek fo kelmutun”
Ambang pintu kamar harus dihormati, kesucian rumah tangga tidak boleh dilanggar.
- 6Hanilit
“Morjain fo mahiling”
Tempat tidur perempuan dimuliakan, kehormatan perempuan wajib dilindungi.
- 7Hawear Balwirin
“Hira i ni fo i ni, it did fo it did”
Milik orang lain tetap miliknya, milik kita tetap milik kita, dilarang mengambil hak orang lain.
Transliterasi dan tafsir pasal dapat berbeda antar-ohoi. Naskah ini disusun dari sumber umum dan menunggu validasi tetua adat setempat.